mungkin ini hampir sekitar 4 tahun yang lalu, namun perasaan itu masih teringat.. jelas.. ketika perasaan campur aduk .. bangga, cemas, penasaran, kagum... melebur tepat ketika saya turun dari Bus.. yang membawa rombongan sekitar 90 remaja dari Jawa Barat, putra-putri yang saya kira memiliki perasaan sama seperti saya..
![]() |
| pict. source : birokrasi.kompasiana.com |
SELAMAT DATANG , RAGU-RAGU KEMBALI ..
adalah sebuah spanduk besar terbentang di tengah gerbang 2 patung berseragam itu... peringatan yang sangat jelas. sekali melangkah , jangan ada lagi keraguan ..
bersama yang lainya akhirnya kami masuk .. sangat rapih sekaligus memperlihatkan wajah-wajah yang kebingungan.. melangkah kan kaki melewati garis gerbang yang di jaga 2 patung itu. rasa syukur mulai menghapus kecemasan , bisa menginjakan kaki disini setelah hampir 6 bulan bergelut dengan test yang bagi saya menjadi saat-saat yang mendebarkan setiap tahapnya merupakan sesuatu yang hampir mendekati keajaiban..
-- proses pendataan peserta pantukhir (penentuan tahap akhir), ternyata berlangsung cukup lama..,
setelah semua itu selesai .. saya harus membawa koper yang cukup berat itu menelusuri jalan yang memiliki kemiringan sekitar 30 derajat... sejujurnya ini benar benar membuat lelah , namun perasaan menakjubkan itu cukup menjadi energi tambahan...
saya dan rekan dari satu provinsi untuk sementara di arahkan pada barak Kaltim Atas (lantai 2) ,
Ini tempat istirahat kami malam ini... namun kaget ternyata jumlah kami dan bed yang tersedia tidak seimbang, sehingga kami harus berbagi di satu bed yang seharusnya hanya cukup untuk 1 orang ini... dan bahkan kami harus rela untuk tidur hanya memakai triplek..beralaskan selimut..
Jatinangor begitu dingin dan saya menjadi salah satu yang harus menggigil di atas sepotong triplek malam itu ,Tapi bukan kah memang harus dibiasakan prihatin,... mungkin rasanya aneh jika kami datang dan di manja.. padahal ini adalah sekolah kader bukan sekedar sekolah....
Jatinangor...waktu itu begitu dingin tapi saat itu kuterpejam tetap sambil tersenyum.....
dan esoknya kami mulai di kirim bed-bed tambahan.., rapih, sederhana, apa adanya, sama.. itu yang kami terima... saat itulah saya mulai benar-benar merasa tak ada lagi si kaya, miskin, anak pejabat, atau anak petani...
sama, sederhana, rapih , apa adanya.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar